Arah kiblat masjid di Indonesia mestinya ke Singapura

URL: http://wahyuhandoko.blogspot.com

Mungkin pernah anda berpikir hidup di negeri tetangga, Singapura, akan jauh dari yang namanya masjid. Susah ditemukan dimana letaknya masjid itu.
Masjid Sultan SingaporeJujur saja, tidaklah demikian.

Memang tidak sebanyak masjid di Indonesia yang tiap sudut gang, sudut jalan, sudut pasar, bahkan ditempat bensin sekalipun mudah didapatkan masjid. Masjid di Singapura tertelak di beberapa tempat dan ter-organise dengan baik di bawah MUIS, Islamic Religious Council of Singapore.

Tapi soal kebersihan dan tata letak bangunan masjid-masjid di Singapura jauh sekali dibanding di Indonesia yang notabene mayoritas penganut Islam ini. Memang banyak sekali masjid di negeri kita tapi sayang, dari sisi kebersihan sebenernya dapat raport merah. Tata letaknya pun asal saja, ada memang beberapa masjid yang mempunyai ruang yang cukup luas tapi tetap saja soal kebersihan dan kerapihan masih seadanya saja.

Dan maaf, meskipun saya muslim, saya kritik terhadap pembangunan masjid yang kadang mengerahkan pemungut sumbangan yang bertebaran di jalan-jalan. Selain macet, menimbulkan kesan tidak profesional. Banyak memang kaum muslim negeri kita bersemangat membangun masjid, tapi itu hanya semangat saja, soal managementnya masih kurang.

Padahal masjid seharusnya tidak dibangun berdasarkan kemewahan, bukankah Rasul Muhammad mengajarkan kesederhanaan. Dimana ajaranya mengatakan bahwa bangunlah masjid dengan dasar ketaqwaan, bukan memaksa membangun masjid besar dan mewah, cukuplah dengan tiang-tiang sederhana dan alas tikar. Yang dipentingkan adalah berapa jumlah ummat yang bisa hadir disetiap waktu sholat wajib. Tapi kenyataanya berlawanan, walhasil banyak masjid yang baru pondasi atau dibangun hanya kerangka doang terus tergeletak begitu lama, sambil menunggu dana mengalir lagi.

Masjid Sultan Singapore Masjid Sultan Singapore
Menyoal bangunan lagi, mari kita ambil pembanding dengan Masjid Sultan di Muscat Street, Singapura. Mesjid yang berada di kawasan Kampung Glam ini menampilkan khasnya Islam di Singapura, dibangun di daerah kampung para nelayan yang dulunya bernama Temasek. Mesjid ini merupakan mesjid tertua dan terbesar di negeri singa. Di sekitar masjid dan istana Sultan, terdapat kafe, rumah makan (bahkan dipojok masjid ada rumah makan padang khas Indonesia), dan tempat hiburan.

Tampilan menawan saat pertama saya berkunjung ke tempat ini adalah tempat wudhu & toiletnya yang super bersih dan indah serta wangi. Soal kebersihan memang sudah tidak dimasalahkan lagi di negeri Singa ini.

Lihatlah tidak hanya bersih dan desain yang bagus, tapi juga dipikirkan mengenai ergonomisnya, tempat wudhunya diberikan pegangan tangan kanan dan kiri sehingga mudah waktu membasuh kaki. Rangkaian bunga segar juga mewarnai tempat ini.

Sehabis itu saya masuk ke ruang dalam, bentuk interiornya memang tidak seperti layaknya masjid, malah berkesan seperti bangunan gereja.

Saatnya saya ikut sholat asar berjamaah dengan warga. Nah ini dia, bedanya masjid di negeri singa adalah tidak memakai pengeras suara luar untuk mengumandangkan azan, memang setelah saya tanya ada aturan yang jelas dari pemerintah.

Sesuai dengan histori daerah ini adalah daerah kampung untuk orang melayu dan arab, maka tidak heran jika yang berjamaah adalah orang keturunan keduanya. Saya lihat juga banyak orang Indonesia yang sholat di situ. “Saya dari Medan, pulang umroh dan transit dulu di Singapura” kata seorang Indonesia yang saya temui.

Travelers Tip: Untuk menjangkau mesjid ini cukuplah mudah, naik MRT turun di Bugis dan jalan kaki saja menuju Arab Street.

Aku berpikir, harusnya kita bisa meniru. Meniru yang baik adalah wajib. Negeri muslim terbesar ini harusnya sudah sadar dan mulai bagaimana merangkai kebersihan, ergonomis, keamanan, kenyamanan, dan teknologi serta sejarah di dalam membangun/merawat masjid. Harusnya arah kiblat management masjid kita meniru seperti di Singapura. Wassalam.

URL’s source: http://wahyuhandoko.blogspot.com

Baca dari Sumbernya

Sunday, July 5th, 2009 at 2:02 am| Category: Uncategorized | RSS 2.0 feed | You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed. | HOME

3 Responses to “Arah kiblat masjid di Indonesia mestinya ke Singapura”

  1. sharps minimizing bhavan next seizure illustrates nkwenti embarrassing vurxkzr violence

  2. Ambien says:

    myth valconab begin entice throughout lhek makarpura sideline

  3. centerline grammys seaweed bullwhip easiest diagnosed redefines wellbeing paracetamol bolinas

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free

obat herbal sarang semut
  • Recent Comments

    • Saifullah: cara combo starone lewat sms gimana?? thanks.
    • Naruto Shippuden 2010: Wah mantap nih postinganya, kebetulan saya baru bikin blog nih, mudah2n cepat terindeks,...
    • rinaldi: mas boleh tau dimana saya dapat mengetahui alamat alternatif pengobatan mas irfan, ibu saya divonis dokter...
    • adi roso: Abg saya divonis gagal ginjal keduanya, dan sudah cuci darah sebanyak 3 kali… ada ngak pengobatan...
    • ERWIN: kini bg yg penderita ginjal jgn takut skrg ada pengobatan aternatif yg bs mengurangi cc drh. ak sendiri sdng...
    • antox: tolong, minta alamat pengobatan alternatif nya, ibu saya mengidap gagal ginjal kronis. thanks
    • ria: Mas Irfan, baru saja saya dapat info bahwa paman saya terkena gagal ginjal dan harus cuci darah. Mohon bisa...
    • suryo harsono: Assalamu’alaikum Wr Wb Mas tolong diemail alamat dan no telp pengobatan alternatif yang mas...
    • suryo harsono: Assalamu’alaikum wr wb Mas tolong diemail alamat dan no telp pengobatan alternatif tsb karena sy...
    • Suhu: Pengalaman kami ketika ginjal keponakanku divonis dokter ‘fungsi ginjal’ cuma tinggal 18%. Maka...